Bagi kalian yang suka belanja, pasti selalu ada yang kurang. Kadang saat kita mandang lemari, selalu aja ngerasa kita kekurangan baju buat dipake. Padahal sebenernya baju satu lemari itu cuma perlu untuk di mix and match satu baju dengan baju lainnya, sehingga tercipta total look yang oke banget. Daripada terus-terusan complain nggak punya baju dan mesti belanja lagi, coba pelajarin deh aturan dasar dalam padu padan baju berikut ini.
Sebenernya, ada banyak atura, tapi aturan paling mendasar yang harus kita saat kita mau mix and match baju-baju kita. Tiga hal yang harus kita ikutin adalah Base, Accent dan Pop. Kalo menurut dengan ngikutin tiga prinsip utama ini kita bakalan bisa nyiptain banyak banget gaya cuma dengan bermodalkan beberapa item aja. Kok bisa ya?
1.Base Mix and Match
Ibaratnya bangunan, base item ini adalah modal kita dalam mengombinasikan gaya, jadi akan lebih baik kalo kita investasi di jenis baju ini, karena baju-baju inilah yang akan sering kita pake. Biasanya sih, base ini terdiri dari fashion item klasik yang timeless dan cocok aja dipake di berbagai macam acara. Akan lebih baik kalo kita beli base ini dalam warna-warna yang netral, seperti putih, hitam, abu-abu, navy, dank rem, supaya bisa dipaduin dengan warna lain. Misalnya, denim pants, celana panjang hitam, cardigans, blazer, celana legging, little black dress, pencil skirt, celana bahan atau dress. Remind our self kalo baju-baju base ini harus dimatchingin lagi sama karakter kita. Kalo emang nggak suka gaya yang terlalu feminin, nggak perlu kok koleksi dress banyak-banyak.
2. The Accent
Kalo base terdiri dari warna netral dan aman, Accent bisa tampil dalam banyak variasi warna, model dan motif, karena fungsinya akan menjadi layering dari base tadi. Karena base yang kita punya udah netral, memungkinkan kita nge-mix macem-macem gaya dengan varian aksen yang kita punya. Misalnya, tanktop kuning, t-shirt pink polkadot, kemeja stripes putih-navy, atau kemeja motif gingham.
3. The Pop
Pop ini sebenernya adalah fashion item kecil tapi krusial buat penampilan kita, dan seringnya jadi alesan kenapa banyak banget di antara kita yang sering bosen sama total look kita, misalnya, scarf, sepatu, belt, aksesori kayak gelang, anting atau kalung. Tapi yang harus diperhatiin adalah barang-barang Pop ini baru akan match banget sama Base dan Accent kalo pada saat kita beli, kita inget-inget lagi barang apa aja yang kita punya di Base, dan warna apa aja yang udah kita punya di Accent. Misalnya, kita bisa beli scarf motif polkadot dengan warna navy-merah, dan bisa jadi padanan buat kemeja merah, kaos pink, kemeja biru atau blazer navy kita.
4. Pallet Warna
Mengetahui dan mempelajari palet warna bakalan ngebantu kita banget dalam nge-mix and match gaya baju. Aturan paling mendasar adalah warna pastel dengan pastel, earth tones dengan earth tones, jewel tones dengan jewel tones, dsb. Aturan selanjutnya adalah complimentary color or opposite color, misalnya, hitam dengan putih, atau oranye dan kuning. Biasanya warna yang hampir senada juga oke buat dipaduin, kayak misalnya pink dan merah. Kalo kita nggak yakin, coba palet warna tersebut dibikin ombre deh. Hindari banget make warna yang setipe dari atas sampe bawah, misalnya kemeja merah, celana merah, anting dan bandana merah, tas dan sepatu pun merah. Kalopun mau sama, ada warna lain dalam total look kita, misalnya sepatu dan aksesori hitam.
5. Kombinasi Pattern
Mengombinasikan pattern pada outfit kita sebenernya butuh keahlian tersendiri, tapi bukannya nggak bisa kita pelajarin lho.
Nah, itulah sista cara mix and match pakaian anda. Selamat mencoba dan berkreasi ya!
No comments:
Post a Comment